Sabtu, Januari 16, 2021
Home > Audiensi dan Kolaborasi > Buku Panduan Tertib Bersepeda Resmi Diluncurkan DTKJ Bersama Komunitas

Buku Panduan Tertib Bersepeda Resmi Diluncurkan DTKJ Bersama Komunitas

Dunia dilanda demam bersepeda, pun termasuk Indonesia. Sebagai imbas Pandemi Covid-19, bersepeda yang awalnya hanya aktivitas berolahraga dan rekreasi, kini menjadi salah satu pilihan utama manusia dalam beraktivitas harian, termasuk ketika mereka berangkat atau pulang bekerja. Tak heran jika bersepeda diprediksi menjadi peradaban baru manusia modern.

Sebagai catatan, penjualan sepeda di Jakarta pada tahun 2020 melonjak 250 persen. Laporan dari Korwil Bike2Work Daerah Seluruh Indonesia, mencatat fenomena yang sama, aktivitas bersepeda meningkat drastis. Bahkan ada daerah yang melaporkan hingga di atas 300 persen. Survey Bike2Work Indonesia mencatat, 42.7% pesepeda menggunakan sepeda sebagai bagian dari aktivitas berolahraga dan moda transportasi pilihan untuk bekerja. Sementara 57.3% menyebutkan bahwa sepeda adalah alat mereka berolahraga. Survey ini melibatkan 14.382 responden di seluruh Indonesia.

Di balik fenomena yang baik ini, ternyata masih banyak pesepeda yang belum teredukasi mengenai tata tertib bersepeda di jalan raya, cara bersepeda yang aman untuk kesehatan, bagaimana menjadikan sepeda sebagai bagian dari aktivitas harian, dan sebagainya. Yang menyedihkan, ketidakpahaman ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab untuk mendiskreditkan pesepeda dan gerakan bersepeda. Sebagai catatan dari suvey Bike2Work Indonesia, ada 21.8% pesepeda yang baru memulai aktivitas bersepedanya kurang dari satu tahun.

Karena itulah Bike2Work Indonesia, Road Safety Association, FDTJ-Transport for Jakarta, MTI wilayah DKI Jakarta, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), memberikan Solusi Tanpa Polusi, yaitu: Buku Panduan Bersepeda. Diberikan dan disebarkan secara gratis.

“Bersepeda itu banyak membawa kebaikan, maka sudah selayaknya dilakukan dengan cara-cara yang baik. Hadirnya buku panduan bersepeda ini merupakan upaya bersama guna mengajak dan mengingatkan para pengguna sepeda agar mau dan mampu mengendarai sepeda secara baik, sehingga pengguna sepeda dapat memberikan kontribusi terbaik untuk menuju jalan raya yang aman, nyaman dan berkeselamatan,” kata Poetoet Soedarjanto dari Bike2Work Indonesia.

Karena, “Kita ingin membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa,” ujar Rio Octaviano dari Road Safety Association.

Senada dengan Rio, Damantoro dari MTI menambahkan,”Sepeda yang tanpa polusi jika ditambah cara pemakaian yang tertib maka akan jadi solusi.”

“Tren bersepeda yang terus naik di Indonesia harus ditangkap sebagai momentum untuk membangkitkan kembali kultur bersepeda di negeri ini. Karenanya, kami mencoba berpartisipasi dengan membantu edukasi jangka panjang agar masyarakat tahu tentang untungnya bersepeda, terlebih lagi jika tertib teratur,” ujar Adriansyah Yasin dari FDTJ.

“Ya, mari kita jadikan sepeda, andalan moda first miles dan last miles” imbuh Haris Muhammadun dari DTKJ.

Buku ini, rencananya akan diupayakan untuk disisipkan pada produk-produk sepeda yang dijual, atau pada aksesoris sepeda yang dijual, seperti misalnya pada helm, hingga apparel bersepeda seperti jersey. Meski belum launching, satu pabrikan sepeda dan satu produsen jersey skala internasional telah berkomitmen untuk turut serta dalam program ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *